Urban farming. Nama yang sudah tidak asing
ditelinga, ya kan? Menurutku urban farming merupakan cara bertani
dengan memanfaatkan lahan pekarangan disekitar tempat tinggal kita. Walaupun
kata urban sebenarnya berarti kawasan perkotaan. Dengan lain kegiatan pertanian
di kota. Intinya sama kok, kegiatan pertanian yang tidak dilakukan di sawah.
Belakangan ini urban farming menjadi sebuah gaya hidup baru di tengah-tengah
masyarakat kota. Mungkin karena mereka sudah lelah dengan polusi, mereka
mencoba untuk menghijaukan sendiri kawasan rumahnya. Kegiatan ini bisadilakukan
di pekarangan dengan menggunakan pot, polibag ataupun botol bekas. Media yang
digunakan bebas. Aku sendiri sekarang sedang menggeluti kegiatan ini. Berbekal
atap rumah yang masih banyak ruang kosong, aku mulai sedikit demi sedikit
menanam. Sekarang aku sedang menanam bayam merah. Lumayan lah, kemarin aku bisa
memanen 3 ikat untuk ku konsumsi sendiri.
Latar belakang
pendidikanku memang dari pertanian, namun bukan berarti bahwa hanya orang-orang
dari fakultas pertanian saja yang bisa. Semua orang boleh dan sejujurnya kalau
menurutku sih agak sebagai sebuah keharusan juga untuk mulai menanam. Ada
beberapa keuntungan kalau kita mulai menanam di pekarangan. Pertama, kita bisa
menyediakan sayuran sehat sendiri. rata-rata pegiat urban farming menerapkan
prinsip pertanian organik. Jadi sayuran yang dihasilkan akan bebas dari
pestisida dan pupuk kimia. Kenapa sayuran? Sederhana, karena tanaman jenis
sayur mayur merupakan jenis tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki
siklus panen yang pendek. Kedua menanam mengurangi stress. Fakta ini aku
dapatkan ketika masih tinggal di jepang. aku membacanya dari poster hasil
penelitian di kampus universitas ibaraki. Singkat cerita, dengan menanam kita akan menjadi lebih merasa nyaman dan
tenang. Menanam merupakan salah satu cara untuk lari sejenak dari padatnya
kegiatan sehari hari. Ketiga, mungkin teredengar agak klise ya. Kalau aku
sendiri sih merasakan bahwa dengan menanam, lambat laun kita akan menjadi lebih
peka terhadap kondisi lingkungan. Kita menjadi lebih peduli terhadap
lingkungan. Sendiri mungkin terdengar mustahil, tapi pernahkan kita bayangkan
jika satu masyarakat kota menanami pekaranganya? Mungkin tidak akan secara
langsung menurunkan kadar CO2 di atmosfer, tapi paling tidak
lingkungan akan terlihat lebih segar, dan tentu kita bisa mengkonsumsi makanan
sehat secara gratis.
Lalu pertanyaan
selanjutnya, bagaimana jika tidak punya pekarangan? Menanam tidak harus diatas
tanah lo. Kita bisa menerapkan sistem gantung. Kita bisa memasang dengan cara
menggantungkannya di luar rumah. Atau jika benar-benar tertarik bisa saja kita
menghubungi komunitas organik yang ada di sekitar kita. Setahuku di jogja sudah
banyak komunitas-komunitas urban farming. Kalau ada niat sih pasti TUHAN akan
memberikan jalan. Aku ini orang yang suka membaca namun jarang menulis. Hehe,
agak nggak nyambung ya. Ada sebuah artikel di majalah reader digest asia edisi
bulan desember 2015 tentang kegiatan urban farming. Komunitas epleslang di oslo.
Sebuah komunitas yang terbentuk atas dasar kepedulian kalau boleh aku bilang.
Awal mulai kisahnya, anak anak ibu anne ini membawa pulang beberapa buah apel.
Ketika ditanya oleh bu anne, mereka menjawab bahwa mereka mengambil apel dari
tetangga. Bu anne mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kesalahan dan itu
berarti mencuri. Anak anak bu anne menjawab bahwa apel ini tidak diinginkan
pemiliknya, “kami hanya memungut dari bawah pohon apel. Buah apel ini dibiarkan
berserakan di halaman dan membusuk”.
Bu anne kemudian
mengumpulkan beberapa orang untuk kemudian membentuk sebuah komunitas yang
tujuannya adalah mengumpulkan dan memanfaatkan apel-apel yang “terbuang” setiap
tahunnya karena sang pemilik terlalu sibuk dan tidak sanggup untuk memakan apel
apel itu sendiri. apel yang didapatkan kemudian diolah menjadi jus murni. Sang
pemilik pohon apel dibayar dengan jus tersebut. saat ini epleslang merupakan
sebuah komunitas lokal yang sanggup membukukan keuntungan yang besar. Silahkan
membaca artikelnya secara lengkap di majalah. Apa yang ingin aku bagikan adalah
semua dimulai dari hal sederhana, dan fakta sederhana. Urban farming akan
terlihat sulit ketika memang kita menganggap sulit, tapi kalau kita enjoy hal
itu akan mudah kok. Nah kedepan, aku akan mengupdate cerita tentang urban
farming yang sedang aku lakukan. Intinya dicoba dulu. Hehe, semangat. Mari
menanam. :D
