Pages

Saturday, January 2, 2016

Waktu


Izinkan aku untuk menulis tentangmu. Menulis tentang keberadaanmu. 
Waktu, kau bagaikan sebuah buku yang berada di dalam almari. Pengunjung menyadari kehadiranmu, melihatmu. Mereka tahu engkau ada diantara mereka. Terkadang kehadiranmu mudah untuk dilewatkan, tapi engkau adalah elemen penting di ruangan itu. Tanpamu, Tidak akan ada keceriaan. Tak akan ada peristiwa. Halamanmu selalu bertambah seiring dengan momen yang terlewatkan. Siapapun bisa menuliskan cerita di antara dirimu. Apapun, bebas sesuai dengan keinginan sang penulis. Hanya ada satu syarat yang kau ajukan. Setiap huruf yang tertulis tidak akan pernah bisa dihapuskan.

Begitulah jalan ceritamu, banyak yang mendekatimu untuk menuliskan kisah. Dengan segala rayuan dan mimik wajah yang memelas. Ketika tangan-tangan mereka selesai menggoresmu. Sebagian berakhir seperti keinginan, sebagian akan memakimu karena jalan ceritanya berbeda. Mereka marah dan berteriak. Berusaha untuk merubah kisah yang sudah tertulis, namun kau tetap bergeming. Diam dan hanya diam. Aturanmu jelas dan tidak akan ada multi tafsir. Kisah yang telah tertulis tidak akan bisa dihapuskan. Tak jarang tubuhmu dirobek oleh amarah, diinjak oleh ketamakan tapi kau masih tetap bergeming. Diam dan membisu. Ketika mereka telah bosan meluapkan amarah. Setiap halaman yang telah dirusak akan kembali seperti sedia kala. seperti itulah dirimu. Kau akan selalu kembali di dalam almari bersama seluruh kisah yang telah tertulis. Lengkap tanpa ada satu kisah yang terlewat.

Waktu, begitu mudah kau dilupakan. Kehadiranmu seolah tak nampak diantara kecerian dan canda tawa yang berlalu. ketika kau dianggap ada, mereka akan  mengumpatmu karena bosan dan lelah menunggu. Waktu, kau begitu unik dan indah. Tak peduli berapa banyak orang yang mengumpatmu. Kau selalu bekerja didalam diammu. Kau tak pernah mengeluh. Waktu, engkau adalah elemen terkuat dalam jaring-jaring kehidupan dunia. Tanpamu semua akan membisu, kosong dan membiru.

No comments:

Post a Comment