Aku tidak
hidup di dalam puing-puing masa lalu
Aku tidak
pula hidup di bawah bayang angan-angan semu
Aku hidup
diantara realita, ditengah-tengah prahara
Aku hidup
bersandingkan kata-kata
Bertahtahkan
arti makna
Aku hidup di negeri katanya
Orang bilang negeri ini negeri dewata
Namun nyatanya penuh dengan prahara
Kata orang negeri ini kaya raya
Nyata-nyatanya rakyatku semua sengsara
Guruku bilang kalau raja itu titisan dewa
Tapi itu hanyalah retorika
Rajaku tak ubahnya serigala
Ibuku mengajarkan untuk berkata sebenarnya
Tapi mereka selalu bersandiwara
Mengatakan tidak nyatanya iya
Mereka bilang anti penguasa
Tapi hidup dengan menjilat sang raja
Rakyatku
senang sang raja mencanangkan swasembada
Tapi isi
beritanya impor saja
Orang dulu
bilang tanah ini tanah surga
Namun
ternyata itu omong kosong belaka
Ayahku mengatakan negeri ini negeri pancasila
Tapi sekarang tak ada artinya
Orang bilang hukum itu tak bernyawa
Tapi ternyata dia hidup dan memilih siapa yang harus binasa
Nenekku bilang
dulu sang raja sangat dermawan
Tapi itu
dulu...
Kini Akupun
berkata
Aku prihatin
dan ikut bersimpati atas rakyat yang kehilangan nyawa.....
No comments:
Post a Comment