Dunia ini
telah hidup selama jutaan tahun
Melewati
ribuan masa transisi
Mengiringi
ribuan penguasa
Menyaksikan
jutaan frasa dan fakta
Dunia ini sudah semakin senja
Ternoda oleh sandiwara dan dusta
pengusaha
Penguasa bak srigala berbulu domba
Lalai dan penuh dusta
Penguasa
penuh dengan kenistaan
Justru
rakyat lah yang penuh kemunafikan
Berteriak
sehidup semati
Namun lari
ketika kawan terjerembab
Dunia, tak
ubahnya panggung sandiwara
Lirik dan syair
dari seorang musisi pinggiran
Dunia ini dihuni
oleh mahkluk hina bernama manusia
Makhluk
lalai dengan sejuta topeng prahara
Satu-satunya mahkluk tinggi yang memangsa sesamanya
Tak ubahnya
penghuni gelapnya rimba
Adegan demi
adegan ditampilkan dihadapan bumi tua
Ia termenung,
bertopang dagu
Semakin renta,
semakin tua bumi kita
Seakan tak
menghiraukan realita
Manusia
terus saja tertawa
Membantai
kanan, menjilat kiri
Lingkaran
penguasa, lingkaran orang tak punya
Mengiris
logika dalam sandiwara
Dunia ini tak
pernah berkesudahan
Kini ia semakin
renta
Meredup ingin
meregang nyawa
Bukan karena ia
sakit
Melainkan telah
tak bernyawa
Mahkluk hina
penghuninya
Merusak raga
dan segenap jiwa
Kini ia
menuju senja
Menunggu
malam mengambil takdirnya...
No comments:
Post a Comment