Hello world,
Dahulu, ketika masa sekolah dasar
sering aku mendengar peribahasa “ Rumput tetangga lebih hijau daripada tanaman
sendiri”. peribahasa tersebut mengandaikan bahwa kita mendambakan kondisi orang
lain yang kita rasa lebih baik daripada kita namun pada kenyataanya adalah sama
saja. Jika dulu peribahasa itu hanya kuingat untuk bahan ulangan, saat ini
sepertinya aku sedang mengalaminya. Semua ini bermula ketika aku memutuskan
untuk menulis blog kembali dengan sebuah harapan bahwa blog ku akan banyak
dikunjungi orang. Singkat cerita aku melakukan banyak observasi dari satu blog
ke blog lain. Dari novel fiksi hingga sastra aku baca lebih dengan penghayatan.
Maklum saja meskipun aku suka membaca sebenarnya tidak semua isi buku dapat aku
mengerti.
Aku ingin menjadi seorang penulis
yang hebat dan keren. Tips mengenai blogging dan SEO aku baca. Semua artikel
mengatakan bahwa kita harus konsisten memberikan konten yang menarik. Konten
yang akan membuat pembaca suka dan memutuskan untuk mengunjungi blog kita
secara teratur. Awalnya aku ingin membuat konten mengenai cerita pendek karena
ketika aku melakukan pencarian di mbah google, pencarian mengenai cerpen cukup
banyak. Aku juga tertarik untuk membuat blog mengenai design grafis dengan
menggunakan software semacam corel draw.
Novel yang kupunya kembali aku baca untuk mendapatkan
isnpirasi, aku juga menginstal adobe illustrator untuk belajar design grafis.
Ya satu persatu aku lakukan, aku mendownload tutorial design kemudian
mencontohnya sendiri. awalnya sulit dan sekarang semakin sulit padahal salah
satu syarat membesarkan blog adalah menulis konten secara teratur. Semangat
diawal kembali padam. Pada beberapa postingan sebelumnya aku lebih memaksakan
tulisan menjadi sebuah cerita dibandingkan menulis. Pada titik tersebut aku
menyadari ternyata menulis dan mendesain itu benar-benar sulit. Ketika melihat
blogger lain yang sudah terkenal ataupun designer yang sudah memiliki follower
ribuan aku melupakan sebuah elemen penting. PROSES.
Roma tidak jadi dalam semalam
bukan. memang sih candi prambanan konon katanya hanya dibangun dalam waktu
semalam, tapi bukan itu intinya. ya kan. Proses itu penting karena mereka yang
aku anggap terkenal juga pasti memiliki proses panjang untuk sampai tahap ini.
ketika aku melihat dan membaca karya mereka aku segera ingin berhasil seperti
mereka, pengen banget. Tapi waktu akhirnya menunjukkan bahwa hal itu tidaklah
mungkin, dari hari ke hari banyak draft tulisan dan design yang hanya menjadi
draft. Terbengkalai dan tidak teurus. Kemarin-kemarin aku selalu melihat luar
padahal sesungguhnya aku juga memiliki kemampuan lain yang justru saat ini
terkesan aku pinggirkan.
Aku lulus dari Jurusan Hama dan
Penyakit tumbuhan di Fakultas Pertanian UGM. Dari latar belakang pendidikanku
seharusnya aku sudah dapat menulis banyak konten mengenai perlindungan tanaman.
Karena jujur saja pasti kalian yang membaca tulisan ini jika bukan
teman-temanku dari fakultas pertanian pasti baru pertama kali mendengar hama
dan penayakit tumbuhan. Sama . dulu sebelum aku masuk jurusan hpt aku juga
tidak pernah mendengar sama sekali tentang HPT. Dulu aku kira bahwa fakultas
pertanian, ya hanya satu jurusan. Menjadi seorang sarjana pertanian sebenarnya
bukanlah cita-citaku sewaktu sma. aku ingin untuk menjadi seorang dokter. Dan
tujuan ku adalah Fakultas Kedokteran UGM. Jurusan idaman semua anak jurusan
ipa. Tapi takdir nyatanya berkata lain, aku gagal di UM-UGM dan akhirnya hanya
menyisakan satu kesempatan emas untuk masuk UGM melalui SNMPTN. Aku tidak
berniat untuk masuk universitas lain karena fanatisme ku terhadap UGM cukup
tinggi. Entah kenapa. setelah gagal, aku kemudian mencari daftar peminat di seluruh
fakultas yang ada di UGM. Aku melihat bahwa pertanian peminatnya sedikit. Dari
situlah pertemuanku dengan jurusan HPT dimulai. Ketika menelusuri
jurusan-jurusan yang ada aku memutuskan untuk memilih HPT karena namanya
menarik. Hama dan penyakit tumbuhan. Aku memilih HPT karena pada saat itu
jumlah peminat di fakultas pertanian masih kecil jadi hal ini akan memperbesar
peluang ku untuk memakai almamater UGM
Awal ketika masuk, perlahan aku
menemukan bahwa pertanian memiliki sisi lain yang sungguh sangat menarik.
Pertanian tidak hanya mengenai cangkul dan lumpur. Pertanian adalah
satu-satunya sektor yang menopang kehidupan manusia. Diakui atau tidak, kalian
pasti masih membutuhkan nasi untuk makan, buah untuk dibuat jus dan gandum
untuk kalian olah menjadi kue. Hingga saat ini belum ada tekonolgi sintetis
untuk meniru tanaman. Benar kan?
Dari latar blekang pendidikanku
ini saja sebenarnya aku bisa menulis konten yang cukup banyak ditambah lagi aku
diuntungkan karena aku tidak harus memulainya dari awal. Namun aku masih ragu
apakah tulisanku tentang dunia perlindungan tanaman akan menjadi menarik
selayaknya sebuah cerpen roman? Pertanyaan itu yang kini sedang melanda otak
kecilku. Pertanyaan yang datang bersamaan dengan pertanyaan lain, apakah aku
hanya ingin mencari populatitas semu atau menyebarkan pengetahuan kepada
khalayak? Jawabannya tentu saja akan terlihat dari postinganku selanjutnya,
apapun itu saat ini belum ada gambaran di kepalaku.
Sekian terimakasih
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment