Pages

Sunday, December 27, 2015

Tips menulis ngawur : Blog walking

Hello world,
Kira-kira apa ya yang akan aku tulis selanjutnya. sengawur apakah bahasaku nanti, apa yang akan menjadi inti dari tulisan ini. Jika kalian bisa menebaknya selamat, kalian membutuhkan perawatan lebih lanjut. Lihat saja judul diatas, tips menulis ngawur. So jangan berharap akan ada isi dari cerita ini.

Oke sekarang aku tahu harus menulis apa. Jadi begini, kira-kira 10 menit yang lalu ketika aku selesai menulis paragraf 1, aku stuck. seperti biasa, postingan ini aku save dan otomatis menjadi draft. lanjut ya. kemudian aku iseng-iseng nih nyari "cara blog walking" di mbah google. Aku klik blog yang ada di urutas pertama terus aku baca. intinya jika ingin mendapatkan banyak pengunjung di blog, aku harus rutin melakukan blog walking. istilah kerennya sih kepoin blog-blog lain terus komen deh biar kita bisa dikenal balik. semakin sering  mengunjungi blog lain, kemungkinan blog ku dikunjungi orang juga akan semakin besar. kata penulisnya blog walking itu banyak manfaatnya, bisa dapet kenalan baru, bisa promosi blog gratis, terus katanya juga bisa mendapatkan ide untuk menulis. katanya sih.

Aku sendiri memang belum pernah melakukan blog walking karena aku bingung. apa sih yang nggak pernah aku bingungin, mau nulis aja bingung. pertama blogger ini gak seperti instagram yang ada menu explore, mungkin karena jumlah blog terlampau banyak atau mungkin aku yang nggak tahu. kedua kalau aku ketik kata kunci, misal "cerpen" di mbah google kadangkala yang keluar di hasil pencarian nggak sesuai, blognya aneh tulisannya aneh dan yang sering aku temui banyak blog yang punya konten sama persis. blog ku emang aneh sih, tulisanku juga ngawur tapi paling nggak kan aku gak kopas dari blog lain. ketiga aku ini masih penulis amatir, kontenku belum baik jadi apa yang aku tulis ini masih untuk konsumsi sendiri. ngenes banget yak, keliatan gak ada yang mau baca blog ku. intinya ya begitulah. aku berdoa semoga tulisan selanjutnya lebih punya makna dan bisa menginspirasi orang lain. AMIN


Salam

Agsara

Saturday, December 26, 2015

Cerita Senja



RICO
Aku menyukaisenja. Senja merupakan perpaduan warna ilahi yang amat megah. Senja merupakan momen yang paling sering aku abadikan. Sebagai fotografer lepas, aku sering menikmati senja ditempat yang berbeda. Terkadang aku pergi ke pantai, terkadang aku pergi ke atas gedung, kadangkala aku menikmati senja di samping stasiun lempuyangan. Mengabadikan momen keluarga. Ketika datang, hal yang akan kita jumpai adalah para orangtua yang sedang mengasuh anak mereka. Meyuapi makanan sembari melihat kereta yang berhenti di stasiun. Bagiku senja adalah nafas inspirasi karya-karyaku.

REI
Senja merupakan waktu terbaik untuk berolahraga. Disatu waktu aku melewati senja dengan bermain sepakbola bersama teman di lapangan samping rumah. Di waktu yang lain aku melewati senja di lapangan GSP untuk jogging. Keindahan senja memberikan semangat untuk rutin berolahraga. Bagiku senja adalah energi yang mengaliri kehidupanku.

RAMA
Senja selalu membawa keharmonisan bagi keluarga kecilku. Ketika cuaca sedang cerah, aku selalu menikmati senja di belakang rumah. Duduk, memandang langit sembari meminum teh hangat dan memakan kudapan hasil kreasi istri tercinta. Senja adalah saat aku dan istriku berbagi. Bercerita mengenai aktivitas yang telah kami lalui seharian di kantor. Senja merupakan kehangatan yang mengisi kehidupanku.

DINO
Senja adalah waktu favoritku. Aku tidak pernah bosan melewati senja dengan duduk di tepi sawah. Menghirup udara segar yang berbau manis. Menyaksikan hamparan padi yang diterpa angin. Melihat kawanan bebek yang berbaris rapi digiring pemiliknya menuju kandang. Mendengar gemericik air yang mengalir di pematang sawah. Senja adalah harmoni alam. Indah dan tidak bercela.

Tips menulis ngawur bagian 1

Hello World,
Apa yang kalian lakukan ketika tidak memiliki ide untuk menulis?
Sering aku bertanya-tanya bagaimana para penulis terkenal itu mencari ide untuk tulisan-tulisan mereka. Bagaimana mereka bisa menulis dengan konsisten setiap minggu atau bahkan setiap hari tanpa kehabisan ide. Sebagai penulis pemula, terkadang mengawali sebuah paragraf sangatlah sulit. seringkali niatan untuk menulis berakhir menonton film di laptop. Draft yang menumpuk juga akan mudah kalian temukan di dalam laptopku. Karena penasaran, sesekali aku mencari tips di internet mengenai teknik penulisan yang baik, cara mendapatkan ide untuk menulis dan bla bla bla lainnya. Satu persatu aku buka situs yang aku anggap bisa dipercaya, aku baca  dan serapi isi artikelnya dan pada akhirnya..
Aku semakin bingung karena jawaban yang aku cari tidak ada.
Seiring dengan berjalannya waktu, ketika rasa bosan mulai sendirinya memudar dan keinginan untuk menulis bangkit lagi, aku menjadi tersadar bahwa jawaban yang aku cari sebenarnya memang tidak ada. Tips untuk mencari ide ya dengan menulis. ketika kita merasa stuck , mentok, nggak punya ide lagi untuk diteruskan, ya sudah tutup saja windowsnya, matikan laptop dan kita kerjakan aktivitas lainnya. Ketika ide itu datang kembali, sesegera mungkin kita menuliskannya. Di sobekan kertas boleh, di tissue juga boleh yang nggak boleh ketika menuliskan di baju temen kita. hehe.  Aku ini penulis pemula, terlihat dari postingan-postingan di blog ini yang tidak tertata. Konten tidak jelas, Materi postingan juga nggak jelas, layout masih acak-acakan, intinya hancur deh. Aku percaya bahwa semua ini adalah proses, Raditya dika tidak terkenal dalam waktu sehari.  Apa yang aku tuliskan sekarang sebenarnya adalah pengingat untuk diriku sendiri sih, jadi sewaktu-waktu ketika aku membuka beranda blog dan merasa stuck aku bisa membaca ulang tulisanku ini. Menulis  membutuhkan konsistensi, dan itu yang sedang aku lakukan. berusaha untuk terus menulis meskipun tulisanku ngawur dan gak jelas.
sekian dulu curhatanku, semoga kalian tidak merasa mual dan muntah-muntah ketika membaca artikel ini. Jika sakit berlanjut silahkan hubungi dokter.

salam nekat

agsara

Sunday, December 20, 2015

Tuliskan saja




Selama ini aku mengira bahwa menulis itu mudah. Ternyata fakta menyatakan sebaliknya. Menulis itu susah dan rumit. Awalnya ketika aku membuat blog ini , akan akan dengan mudah untuk menulis konten yang menarik untuk dibaca. Lama kelamaan ketika dalam proses untuk menulis, aku merasa kesulitan untuk merangkai kata-kata dan pada akhirnya tidak satupun draft yang selesai. Setiap pribadi mungkin memiliki kisah yang berbeda. Bagi sebagian orang mungkin menulis itu seperti makan. Sesuatu hal yang harus dilakukan setiap hari. Sebagian yang lain mungkin berpendapat bahwa menulis itu seperti menelan pil pahit. Bagiku sendiri menulis itu terkadang sulit dan membosankan. Sulit karena ide untuk menulis jarang aku dapatkan, bosan karean sebagian draft tulisanku tetap menjadi draft.
Aku ini orang yang memiliki semangat menggebu di awal, tapi ketika dalam perjalanan terdapat kendala aku mudah untuk down dan kemudian menyerah sejenak. Meninggalkan dan kemudian kembali ketika mood ku membaik. Aku masih ingat ketika pertama kali berusaha untuk belajar mengetik dengan menggunakan sepuluh jari. Di awal aku sangat bersemangat, namun ketika aku sedang mendapatkan tugas kuliah yang begitu banyak, aku perlahan kembali menggunakan kebiasaan lama. Mengetik dengan kedua jari telunjuk. Kini berselang 4 tahun dari kali pertama aku bersemangat untuk bisa mengetik dengan sepuluh jari, aku masih dalam tahap pembiasaaan. Aku tidak tahu , mungkin menulis itu seperti belajar mengetik. Kita akan semakin mahir seiring dengan seringnya kita berlatih. Kalau ingin bisa mengetik dengan sepuluh jari ya berarti harus selalu membiasakan untuk mengetik dengan sepuluh jari, begitu juga dengan menulis. Mungkin aku harus terus menulis meskipun kalimat-kalimatku melebar dan tidak memiliki alur cerita yang baku. Bagi kalian yang kini menyempatkan untuk membaca tulisanku ini. Terima kasih karena kalian mau untuk membaca tulisanku yang ambigu ini. Hehe. Ya aku sih berharap bahwa mulai esok hari aku benar-benar mau untuk setiap hari menulis. Semoga.