Pages

Sunday, December 20, 2015

cerita berita



Selamat pagi. aku akan memulai kembali kegiatan menulis ini dengan sebuah cerita sehari-hari saja. Aku tidak akan menunggu ide lagi. Aku suka membaca. Setiap hari aku selalu meluangkan waktu untuk membaca berita. Terkadang aku membeli koran, namun lebih sering aku membaca berita secara online. Kemarin (19/12) terdapat berita yang kembali menarik perhatianku. Bukan kelanjutan tentang kasus mantan ketua DPR, kali ini berita mengenai pengeroyokan suporter aremania yang dilakukan oleh suporter surabaya united, lebih kita kenal dengan sebutan bonek. Pengeroyokan yang dilakukan bonek ini mengakibatkan dua orang suporter aremania meninggal. Kejadian tersebut terjadi di sragen, kedua rombongan suporter sedang dalam perjalanan menuju yogya untuk menyaksikan laga delapan besar piala sudirman yang mempertemukan arema cronus dengan surabaya united. Tidak ada alasan yang jelas mengapa para bonek ini melakukan pengeroyokan, insiden tersebut menurut berita terjadi ketika bus rombongan aremania berpapasan dengan truk rombongan bonek. Bus kemudian dicegat dan dilempari batu oleh bonek, kemudian satu penumpang bus ditarik keluar dan dipukuli hingga tewas.
Nyawa begitu murah ya, ketika membaca berita tersebut hal yang terpikirkan adalah apa sih motif pengeroyokan. Kok ya seneng banget mukul-mukul orang hingga tewas. Apakah mereka nggak berpikir bahwa orang yang mereka keroyok hingga tewas memiliki keluarga dirumah, merupakan kepala rumah tangga atau bahkan merupakan tumpuan penghidupan. Tidakkah para pelaku ini membayangkan jika keadaan dibalik dan mereka yang kemudian dikeroyok secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas. Tindakan seenaknya terhadap hukum ini harus disudahi. Secara pribadi aku setuju ketika PSSI dibekukan. Bekukan saja hingga semua sistemnya tertata, mulai dari penyelengaraan kompetisi yang profesianal tanpa ada pengaturan skor dan tentu saja yang paling penting adalah mengenai ketertiban para suporter. Bagaimana kita mau maju sepakbolanya kalau kebanyakan warga menjadi takut untuk menonton di stadion karena keamanan jiwanya terancam.  Apa yang bisa aku lakukan hanyalah berdoa, dan menuliskan apa yang kupikirkan melalui blog ini. Aku berdoa bahwa di hari-hari yang akan datang aku akan membaca banyak berita positif tentang indonesia, tidak ada lagi kasus korupsi, pengeroyokan dan kasus-kasus yang melanggar hukum lainnya. 

Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang menyangkal bahwa indonesia merupakan tanah yang kaya. Kita sudah memiliki potensi ini, maka sudah seharusnya kita ini tumbuh menjadi bagsa yang beradab. Beradab.

No comments:

Post a Comment