Selamat pagi. aku akan memulai
kembali kegiatan menulis ini dengan sebuah cerita sehari-hari saja. Aku tidak
akan menunggu ide lagi. Aku suka membaca. Setiap hari aku selalu meluangkan
waktu untuk membaca berita. Terkadang aku membeli koran, namun lebih sering aku
membaca berita secara online. Kemarin (19/12) terdapat berita yang kembali
menarik perhatianku. Bukan kelanjutan tentang kasus mantan ketua DPR, kali ini
berita mengenai pengeroyokan suporter aremania yang dilakukan oleh suporter
surabaya united, lebih kita kenal dengan sebutan bonek. Pengeroyokan yang
dilakukan bonek ini mengakibatkan dua orang suporter aremania meninggal. Kejadian
tersebut terjadi di sragen, kedua rombongan suporter sedang dalam perjalanan
menuju yogya untuk menyaksikan laga delapan besar piala sudirman yang
mempertemukan arema cronus dengan surabaya united. Tidak ada alasan yang jelas
mengapa para bonek ini melakukan pengeroyokan, insiden tersebut menurut berita
terjadi ketika bus rombongan aremania berpapasan dengan truk rombongan bonek. Bus
kemudian dicegat dan dilempari batu oleh bonek, kemudian satu penumpang bus
ditarik keluar dan dipukuli hingga tewas.
Nyawa begitu murah ya, ketika
membaca berita tersebut hal yang terpikirkan adalah apa sih motif pengeroyokan.
Kok ya seneng banget mukul-mukul orang hingga tewas. Apakah mereka nggak
berpikir bahwa orang yang mereka keroyok hingga tewas memiliki keluarga
dirumah, merupakan kepala rumah tangga atau bahkan merupakan tumpuan
penghidupan. Tidakkah para pelaku ini membayangkan jika keadaan dibalik dan
mereka yang kemudian dikeroyok secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas. Tindakan
seenaknya terhadap hukum ini harus disudahi. Secara pribadi aku setuju ketika
PSSI dibekukan. Bekukan saja hingga semua sistemnya tertata, mulai dari
penyelengaraan kompetisi yang profesianal tanpa ada pengaturan skor dan tentu
saja yang paling penting adalah mengenai ketertiban para suporter. Bagaimana kita
mau maju sepakbolanya kalau kebanyakan warga menjadi takut untuk menonton di
stadion karena keamanan jiwanya terancam. Apa yang bisa aku lakukan hanyalah berdoa, dan
menuliskan apa yang kupikirkan melalui blog ini. Aku berdoa bahwa di hari-hari
yang akan datang aku akan membaca banyak berita positif tentang indonesia,
tidak ada lagi kasus korupsi, pengeroyokan dan kasus-kasus yang melanggar hukum
lainnya.
Tidak ada satu orangpun di dunia
ini yang menyangkal bahwa indonesia merupakan tanah yang kaya. Kita sudah
memiliki potensi ini, maka sudah seharusnya kita ini tumbuh menjadi bagsa yang
beradab. Beradab.
No comments:
Post a Comment