Pages

Saturday, May 18, 2013

Judulkan Sendiri Saja


Dunia ini telah hidup selama jutaan tahun
Melewati ribuan masa transisi
Mengiringi ribuan penguasa
Menyaksikan jutaan frasa dan fakta
                Dunia ini sudah semakin senja
                Ternoda oleh sandiwara dan dusta pengusaha
                Penguasa bak srigala berbulu domba
                Lalai dan penuh dusta
Penguasa penuh dengan kenistaan
Justru rakyat lah yang penuh kemunafikan
Berteriak sehidup semati
Namun lari ketika kawan terjerembab
                                Dunia, tak ubahnya panggung sandiwara
                                Lirik dan syair dari seorang musisi pinggiran
                                Dunia ini dihuni oleh mahkluk hina  bernama manusia
Makhluk lalai dengan sejuta topeng prahara
Satu-satunya  mahkluk tinggi yang memangsa sesamanya
Tak ubahnya penghuni gelapnya rimba
                                Adegan demi adegan ditampilkan dihadapan bumi tua
                                Ia termenung, bertopang dagu
                                Semakin renta, semakin tua bumi kita
                                Seakan tak menghiraukan realita
Manusia terus saja tertawa
Membantai kanan, menjilat kiri
Lingkaran penguasa, lingkaran orang tak punya
Mengiris logika dalam sandiwara
                                Dunia ini tak pernah berkesudahan
                                Kini ia semakin renta
                                Meredup ingin meregang nyawa
                                Bukan karena ia sakit
                                Melainkan telah tak bernyawa
Mahkluk hina penghuninya
Merusak raga dan segenap jiwa
Kini ia menuju senja
Menunggu malam mengambil takdirnya... 

Tuesday, May 14, 2013

Hidup di Negeri Katanya


Aku tidak hidup di dalam puing-puing masa lalu
Aku tidak pula hidup di bawah bayang angan-angan semu
Aku hidup diantara realita, ditengah-tengah prahara
Aku hidup bersandingkan kata-kata
Bertahtahkan arti makna
Aku hidup di negeri katanya
Orang bilang negeri ini negeri dewata
Namun nyatanya penuh dengan prahara
Kata orang negeri ini kaya raya
Nyata-nyatanya rakyatku semua sengsara
Guruku bilang kalau raja itu titisan dewa
Tapi itu hanyalah retorika
Rajaku tak ubahnya serigala

Ibuku mengajarkan untuk berkata sebenarnya
Tapi mereka selalu bersandiwara
Mengatakan tidak nyatanya iya
Mereka bilang anti penguasa
Tapi hidup dengan menjilat sang raja
Rakyatku senang sang raja mencanangkan swasembada
Tapi isi beritanya impor saja
Orang dulu bilang tanah ini tanah surga
Namun ternyata itu omong kosong belaka

Ayahku mengatakan negeri ini negeri pancasila
Tapi sekarang tak ada artinya
Orang bilang hukum itu tak bernyawa
Tapi ternyata dia hidup dan memilih siapa yang harus binasa

Nenekku bilang dulu sang raja sangat dermawan
Tapi itu dulu...

Kini Akupun berkata
Aku prihatin dan ikut bersimpati atas rakyat yang kehilangan nyawa.....